piccc

10.29.2013

Carrefour VS Giant _Pengantar Bisnis#_

Selamat malam penghuni blogger, bagaimana kabar hari ini? Semoga menyenangkan ya, begitu juga dengan saya :)

Di postingan saya yang satu ini, saya akan membahas tentang beberapa masalah yang sering muncul di dunia perbisnisan atau di dunia perusahaan yang ada di lingkungan sekitar kita.

*Maksudnya?*
Hehe bingung ya?
Yaudah langsung aja ya :) 

Dalam berbisnis atau berwirausaha, pasti setiap masing-masing pemilik atau pendiri atau bahkan para investor sudah siap dengan berbagai macam konsekuensi yang harus dihadapi dalam jalannya perusahaan. Dalam dunia bisnis, seorang wirausaha dituntut untuk bukan hanya sekedar dapat menjalankan usahanya tersebut, namun harus siap bersaing antar wirausaha. Persaingan merupakan hal wajib dalam pasar. Jika tidak pandai dalam berstrategi, maka yang akan terjadi yaitu banyak perusahaan yang memutuskan untuk gulung tikar. Apa yang akan terjadi dan apa yang akan dihadapi di depan nanti, menjadi salah satu teka-teki dalam berwirausaha.

Carrefour, salah satu pusat belanja berkonsep hypermarket yang sekarang berada di bawah PT Trans Retail Indonesia mulai membuka gerai pertamanya pada Oktober 1998 di Cempaka Putih. Nama Carrefour sendiri sudah pasti tidak asing lagi di telinga kita masyarakat Indonesia, apalagi bagi yang suka berbelanja di pasar modern dibanding pergi ke pasar tradisional yang notabene terkenal dengan becek dan bau amis. Carrefour Indonesia sendiri saat ini telah memiliki lebih dari 80 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa kota-kota lain di Indonesia.

Giant, merupakan sebuah hipermart besar atau sejenis waralaba yang juga retailer cukup besar di Malaysia pertama kali. Giant Hipermarket sendiri didirikan untuk memberikan pelayanan dan mutu yang baik, pilihan merk serta produk lokal maupun etnik dengan harga yang murah. Di Indonesia, Giant pertama kali didirikan pada Juni 2002 di Villa Melati (Serpong). Di sanalah awal Giant mulai mengembangkan daerah perluasannya dari mulai Surabaya sampai Bogor dan tempat-tempat lainnya di Indonesia.


Nah, yang di atas ini adalah sedikit background cerita berdirinya Carrefour dan Giant di Indonesia. Berikutnya, aku akan membahas tentang persaingan antara kedua pusat perbelanjaan ini yang sama-sama sudah punya "nama" di Indonesia.

Carrefour dan Giant bergerak pada bidang usaha yang sama yaitu menjual produk-produk rumah tangga, makanan, minuman, perabotan, perlengkapan bayi dan masih banyak lagi produk-produk yang ditawarkan oleh kedua hypermart ini. Bergerak di bidang yang sama, menawarkan produk-produk yang sama, dan mempunyai sasaran penjualan yang sama (yaitu masyarakat) menciptakan timbulnya persaingan antara Carrefour dengan Giant. Cara bersaing yang sama-sama bersih membuat Carrefour dan Giant lambat laun semakin saling merasa terancam dan terpaksa harus segera mengatur strategi untuk tetap bertahan dalam menggaet konsumen atau customer. Namun, seringkali saya melihat (sebagai mahasiswa yang jarang berbelanja di pasar swalayan), bahwa bisa dikatakan Carrefour memang lebih unggul dibanding dengan Giant. Tapi ngga tahu ya..jika pembaca mempunyai opini yang berbeda dengan saya hehe. 

Kembali ke topik.
Kali ini saya berada di pihak Carrefour yaa hihi..
Carrefour dan Giant sama-sama gencar menarik perhatian konsumen untuk menjadi pelanggan setia mereka. Namun, tidak dapat dipungkiri dalam persaingan pasti akan ada yang kalah dan ada yang menang. 
Ancaman-ancaman apa saja sih yang sering terjadi antara Carrefour dan Giant?
Banyak banget. 
Apalagi ketika datangnya musim liburan dan hari raya. Carrefour dan Giant sama-sama mengelurkan promo besar-besaran baik via catalog sampai dengan penyiaran di televisi.
Diskon besar-besaranpun rela diberikan untuk pelanggan agar pelanggan tetap lebih tertarik berbelanja di Carrefour maupun Giant. Tapi sayangnya, sering kali saya melihat di TV tawaran-tawaran yang diberikan Giant tidak semenarik yang ditawarkan oleh Carrefour. Tampilan catalog produk Carrefourpun saya akui lebih menarik daripada catalog milik Giant. Carrefour yang merasa takut tersaingi oleh Giant sudah pasti memiliki strategi yang mantap dalam mejalankan pusat perbelanjaannya. Salah satu strategi yang saya lihat adalah dengan adanya program Midnight Sale

Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia Adji Srihandoyo menyatakan bahwa program Midnight Sale ini akan dilakukan secara rutin. Pasalnya, promo ini mendapatkan animo masyarakat yang sangat besar, karena barang yang didiskonkan 50 persen merupakan barang yang dibutuhkan atau barang pokok.
Sementara itu, Carrefour juga tidak tinggal diam melihat semakin ketatnya persaingan yang membuat Carrefour ambil tindakan untuk terus membuka gerai-gerai baru di sejumlah lokasi yang strategis. 
Tidak bisa dipungkiri bahwa memang Carrefour pasti mempunyai backingan dana yang sangat besar. Terlihat bahwa perusahaan retail terbesar di Eropa yang baru masuk ke Indonesia pada 1998 itu lebih mementingkan strategi memperkuat merk (dan) dengan harga yang murah dan menomorduakan keuntungan.


Nah, begitulah cara atau strategi Carrefour dalam menghadapi pesaing-pesaing yang perlahan mulai memasuki dunia hypermart, minimarket dan lain-lain.

Sekian postingan saya tentang Carrefour VS Giant.
Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat dan menyenangkan. Terimakasih sudah membaca :)

No comments: