piccc

11.17.2013

Kayak Anak Kecil.

Siang ini iseng baca-bacain blog orang buat referensi tulisan dan tata bahasa buat postingan ke depan.
Tiap kali ngga sengaja buka blog orang dan pas baca selalu timbul keinginan untuk merubah style penulisan dan pembahasan yang ada di blog. Ancur. Messed up. 
Kenapa bisa bilang kayak gitu?
Selalu refleksi diri, tiap baca, setiap komentar yang keluar dalam hati bermaknakan "How could i be so bad at writing?" "How could i put so much pointless post or story there?" "How could i be sooo st00pid?"
Ended up with thinking like i need to change my personality as soon as i grow up by times.
Ngomong-ngomong soal personality, udah berulang kali sadar that i have a lot of bad personality (in my opinion). 
Ngga tahu kenapa ini merusak pikiran banget, setiap harus berdebat dengan hati dan realita soal sikap dan sifat. Dari dulu sampai sekarang ngga pernah berubah. KAYAK ANAK KECIL. Dear self, didn't u tired of being so childish in front of people around you, you're sweetheart but still your thoughts of something and acts couldn't be wise enough, remember that you're not in the age you should not be like kids anymore.
Kadang suka mikir: "Kan gw udah umur segini, apa iya mau tetep jadi kayak anak kecil gini? Mulai sekarang mau coba jadi kayak orang gede ah, biar terlihat mature." "Caranya gimana ya? Bahasa dalam berbicara harus dirubah nih, ya didewasain dikit lah..penulisan juga dong" No! NO!! NOO!! It's totally not so me. BUKAN GW! BUKAN CHANDRA! BUKAN CHANDRA NATALIA yang sebenarnya. C'mon people! Kalian harus percaya that whenever i write like a wise man or even you think like "Dewasa banget..." Okay, i appreciated it, but please...it's not me, iya itu gw tapi bukan hati yang menuliskan itu, melainkan nafsu dan jari yang seolah-olah butuh "perhatian". Believe it or not berpuluh-puluh hal kekanak-kanakan masih sulit untuk dihilangkan dari diri ini. Pernah mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini (seperti yang tadi dikatakan) tapi back then i found that I couldn't be myself completely. Iya ini emang lebay, tapi ini serius. Mendingan lebay tapi serius daripada cuman diam dan tinggal dalam kemunafikan #ngga gitu. Padahal gw ngga suka orang lebay, ngebuat segala sesuatu jadi penuh terus panas. Oke.

Setelah itu terjadi, itulah sebabnya why i kept choosing to be the old one. I didn't want to be the copy of someone (just because i need that "perhatian") and I didn't want to ruin people's life because of my bad behavior. Maaf banget kalau ada beberapa pihak atau teman yang sering merasa dirugikan atau bahkan merasa kalau gw sangat labil, dan cuman bisa ngomong terus-terusan. Punya keinginan tanpa realisasi dan usaha yang baik. Berkeluh-kesah sana sini, tapi belum ada perubahan (mungkin ada tapi ngga kelihatan). 

The compliments are so easy bringing me to the failure. Bikin terbang, senyum-senyum dan tinggi hati. Ujung-ujungnya jatoh, dan sakit hati.
Good comments are good, it supports, but the bad ones are the most important, it motivates us no matter what. 

No comments: