piccc

11.24.2013

Tentang Current Ratio, Perputaran Piutang, Rentabilitas, dan Solvabilitas. _Pengantar Bisnis#_

  • Current Ratio.
          Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang               harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumus untuk menghitung current ratio                 adalah sebagai berikut:
                                                  
                         Current Ratio = (kas + efek) / kewajiban lancar
                                                           atau
                         Current Ratio = (aktiva lancar / kewajiban lancar) x 100%

  • Perputaran Piutang.
          Kelancaran penerimaan piutang dan pengukuran baik tidaknya investasi dalam piutang dapat diketahui             dari tingkat perputarannya. Perputaran piutang adalah masa-masa penerimaan piutang dari suatu                   perusahaan selama periode tertentu. Piutang yang terdapat dalam perusahaan akan selalu dalam                     keadaan berputar. Perputaran piutang akan menunjukkan berapa kali piutang yang timbul sampai                   piutang tersebut dapat tertagih kembali ke dalam kas perusahaan. Definisi perputaran piutang                         dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini :

Menurut S.Munawir (2002:75) memberikan keterangan bahwa posisi piutang dan taksiran waktu                      pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang tersebut (turn over                     receivable), yaitu dengan membagi total penjualan kredit (netto) dengan piutang rata-rata.
            Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:90) menyatakan bahwa tingkat perputaran piutang                       (receivable turn over) dapat diketahui dengan membagi jumlah credit sales selama periode tertentu                 dengan jumlah rata-rata piutang (average receivable)
           Dari pengertian yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa perputaran piutang terdiri dari               dua variabel yaitu total penjualan kredit dan rata-rata piutang.
            Rumus untuk menghitung Perputaran Piutang adalah dengan menggunakan cara sebagai berikut:

                                Perputaran Piutang = Penjualan Kredit / Piutang Usaha




  • Rentabilitas.
 Rentabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan   perbandingan antara  laba  dengan  aktiva   atau modal  yang menghasilkan  laba tersebut. Dengan kata  lain rentabilitas    adalah  kemampuan  suatu perusahaan  untuk menghasilkan laba  selama  periode          tertentu (Bambang Riyanto, 1997,     hal 35).
 Adapun  cara penilaian  Rentabilitas  adalah :

a.      Gross Provit Margin (Margin Laba Kotor)
Rumus :
GPM = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
GPM tahun 2010        = (Rp. 5.882.213 / Rp. 18.122.582) x 100 %
                                   = 0,324 %
GPM tahun 2009        = (Rp.4.721.119 / Rp. 18.077.450) x 100%
                                   = 0,261%

b.      Net Profit Margin (Margin laba kotor)
Rumus :
NPM = (Laba setelah pajak / Total Aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
NPM tahun 2010        = (Rp. 1.795.697 / Rp.18.122.582) x 100%
                                   = 0,099%
NPM tahun 2009        = (Rp. 1.203.519 / Rp. 18.077.450) x 100%
                                                = 0,066%

c.       Earning Power of Total Investment
Rumus :
EPTI = (Laba sebelum pajak / total aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
EPTI tahun 2010         = (Rp. 2.511.764 / Rp.42.672.894) x 100%
                                   = 0,058%
EPTI tahun 2009         = (Rp.1.789.737 / Rp.40.324.780) x 100%
                                   = 0,044%

d.      Return On Equity (Pengembalian Atas Equitas)
Rumus :
ROE = (Laba setelah pajak / ekuitas pemegang saham) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
ROE tahun 2010         = (Rp. 1.795.697 / Rp. 10.743.420) x 100%
                                   = 0,167%
ROE tahun 2009         = (Rp.1.203.519 / Rp, 8.814.386) x 100% 

  • Solvabilitas.
  Solvabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk                     memenuhi  segala kewajiban   finansialnya  apabila  sekiranya   perusahaan  tersebut         pada saat itu  dilikuidasikan (Bambang Riyanto, 1995, hal 32).
  Suatu  perusahaan yang solvable belum tentu likuid dan sebaliknya sebuah perusahaan       yang insolvable belum tentu likuid.
 Dalam  hubungan antara  likuiditas  dan solvabilitas  ada empat   kemungkinan  yang      dapat   dialami  oleh perusahaan yaitu :

a.     Perusahaan yang likuid  tetapi insolvable
b.     Perusahaan  yang likuid  dan solvable
c.     Perusahaan yang solvabel  tetapi ilikuid
d.    Perusahaan  yang insolvabel  dan ilikuid

Tingkat   solvabilitas  diukur  dengan beberapa   rasio,  yaitu :

a.          Total Debt to Equity Ratio
Rumus:

Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
Total Debt to Equity ratio 2010       = (Rp.25.786.846 / Rp.10.743.420) x 100%
                                                         = 2,4%
Total Debt to Equity Ratio 2009      = (Rp.26.640.979 / Rp. 8.814.386) x 100%
                                                         = 3,02%

b.          Total Debt  to Asset  Ratio
Rumus :

Total Debt  to Asset  Ratio = (Total Hutang / Total aktiva) x 100%

Hasil dari data laporan keuangan :
Total Debt  to Asset  Ratio 2010      = (Rp.25.786.846 / Rp.42.072.894) x 100%
                                                         = 0,612%
Total Debt  to Asset  Ratio 2009      = (Rp.26.640.979 / Rp.40.324.780) x 100%
                                                         = 0,660%

Makin kecil  prosentase ratio  ini berarti  makin    cepat perusahaan menjadi insolvabel. Tingkat   solvabilitas  dapat  dipertinggi  hanya dengan  jalan penambahan  modal sendiri dengan alternatif  sebagai berikut :

·         Menambah  aktiva tanpa  menambah  utang atau   menambah  aktiva relatif  lebih besar  daripada  bertambahannya  hutang.
·         Mengurangi  hutang  tanpa   mengurangi  aktiva  atau mengurangi  hutang  relatif  besar  daripada  berkurangnya  aktiva.

No comments: