Kali ini saya akan
Karena begitu greget melihat capres dan cawapres begitu semangat menebar janji-janji melalui media televisi sayapun merasa ingin bertukar pikiran atau ikut menanggapi isu pemilu tahun ini, untungnya tahun ini saya sudah berumur 17+ (if you know what i mean).
"Pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Pemilu 2014 akan memakai sistem e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum..."
Saya tidak akan membahas tentang sistem pemilu tahun ini, karena menurut saya sistem e-voting ini sudah pasti lebih efektif dan efisien dibanding pemilu yang biasanya. Yang hendak saya bahas adalah mengenai calon-calon pemimpin bangsa yang sedikit meragukan namun ada juga yang (mungkin) dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.
Sebelumnya semenjak kakak perempuan saya berlibur ke Jakarta dari Bandung, kami berdua seringkali membicarakan seperti 'Siapa yang akan jadi Presiden dan Wakil Presiden tahun ini, ya?'
Melihat nama-nama kandidat yang sudah mencalonkan diri berpartisipasi dalam pesta pemilu tahun ini, nampaknya akan sangat seru dan berbeda jauh dengan pemilu 2009. Pemilu tahun ini diselenggarakan secara bebas dalam arti kandidat yang dicalonkan dapat berstatus anggota ParPol atau non ParPol. Seperti Bpk. Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina (non parpol). Beliau sudah mantap mecalonkan diri sebagai Presiden dengan menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat.
Ada lagi beberapa calon presiden yang sontak membuat saya kaget dengan keputusannya mencalonkan diri untuk menjadi presiden di pemilu tahun 2014 yaitu Rhoma Irama, Farhat Abbas, Joko Widodo, dan Megawati Sukarnoputri. Sebenarnya ini bukan kapasitas saya untuk mengomentari para calon-calon presiden di atas, melihat diri saya yang masih sangat awam dan bahkan belum sebijak dan sekritis orang-orang yang di luar sana. Namun saya merasa ada yang aneh dalam proses pencalonan diri sebagai presiden. Menurut saya, hal seserius ini dalam arti memimpin bangsa lama-kelamaan dijadikan ajang main-main oleh orang-orang yang terlibat. Mungkin saya hanya melihat dari segi jeleknya saja tapi jika benar..ini negara lho, bukan rumah-rumahan.
Negara kita ini negara yang sangat labil. Entah apa yang sedang dipikirkan para calon pemimpin bangsa. Sejujurnya saya sangat antusias mengenai pemilu 2014 tahun ini, karena ini kali pertama saya turut pusing untuk memilih pemimpin bangsa.
Rhoma Irama, musisi dangdut dan aktor inipun memberanikan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Beberapa hari yang lalu bersama kakak saya, kami menonton acara Mata Najwa di MetroTV yang dibintang tamui oleh Rhoma Irama. Semua orang memang berhak untuk memutar roda nasib negara kita, melihat Rhoma Irama diserbu penyataan dan pertanyaan dari Najwa saja sudah terlihat bahwa Beliau (menurut saya) seorang yang tidak berpendirian yang tegas dan tidak transparan. Pintar ngeles sana-sini dan menggunakan kaca mata hitam untuk menyembunyikan ekspresi atau tatapan itu sudah bukti bahwa belum ada keseriusan dari Beliau untuk membangun Indonesia. Tapi satu yang saya saluti, karena Beliau sudah berani mencalonkan diri, terlibat dalam politik negara dan berusaha untuk merebut hati rakyat Indonesia. Semoga sukses!
Farhat Abbas, seorang pengacara yang katanya terkenal sering cari sensasi ini juga semangat berpartisipasi dalam pemilu 2014. Wah! Kaget juga melihat Bapak ini yang hendak adu tinju dengan Al anak sulung Ahmad Dhani memberanikan dirinya untuk memimpin bangsa. Lagi-lagi semua orang memang berhak untuk memutar roda nasib negara kita, tapi yang benar saja..? Beliau sangat aktif kalau bicara tentang social media, bahkan tidak jarang banyak followers @farhatabbaslaw yang kontra terhadap pernyataan2 yang diposting oleh Farhat Abbas di official akun twitternya. Di kelas, teman-teman saya juga sering membahas tentang Indonesia kedepannya jika Beliau menjadi Presiden, katanya lebih baik terjun ke dunia entertain saja daripada berpolitik. Tapi sekali lagi satu yang saya saluti, karena Beliau sudah berani mencalonkan diri, terlibat dalam politik negara dan berusaha untuk merebut hati rakyat Indonesia. Semoga sukses!
Joko Widodo, gubernur DKI Jakarta yang belum menyelesaikan masa jabatannya selama 5 tahun ini didukung oleh banyak masyarakat Indonesia terutama masyarakat Jakarta untuk mencalonkan diri sebagai Presiden di pemilu tahun 2014. Saya sendiri lebih mendukung Beliau untuk melanjutkan Jakarta lebih baik dibanding harus berhenti menjadi gubernur DKI dan duduk di Istana Negara tahun ini, namun kalaupun memang ada kesempatan untuk menjadi Presiden, mungkin perbandingan setuju atau tidak setuju saya jadikan 60:40. Di satu sisi, kinerja Jokowi selama 1 tahun ini sudah terlihat sangat jelas dan pesat, mungkin ini sudah menjadi pegangan atau jaminan untuk masyarakat. Jika Beliau maju menjadi Presiden maka otomatis Ahok akan menggantikannya memimpin DKI Jakarta, kebetulan Ahok salah satu tokoh politik yang sangat saya kagumi, namun tetap saja kita juga harus menilainya secara objektif. Jangan hanya dari satu sisi, oke?
Ketika ditanya oleh Najwa di Mata Najwa sewaktu di UNS, dengan nada bicara yang sangat santai dan khas milik Jokowi, Beliau menyatakan tidak ada rencana terlibat dalam pilpres tahun ini. Tapi semua tergantung pada keputusan Jokowi. Semoga sukses!
Megawati Sukarnoputri, Semoga sukses!
"Pemimpin itu mendobrak keadaan, bukan mengokohkan kemapanan." #MataNajwa
No comments:
Post a Comment