Selamat sore yang terkasih :)
Pak Fathuddin menuliskan sesuatu di papan tulis, tulisannya: He said "The world is round and the sun rises on the east".
PF : Coba Chandra..ubah kalimatnya jadi kalimat pasif, gimana? Ya, coba..maju.
[Intermezo] Saya tidak ingin menjadi seseorang yang lamban baik dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Menurut saya ketika kesempatan itu datang, itulah saat di mana Tuhan mengizinkan saya untuk menjadi seorang yang melangkah terus maju. Saya ingat salah satu Mr. saya sewaktu saya les bahasa Inggris ketika saya bilang "Mister, tapi salah ngga papa?" dan Mr. berkata "Ngga papa salah, yang penting kamu berani jawab..namanya juga masih belajar daripada jadi pengecut; beraninya di belakang, kalo temennya salah berkicau paling pandai". Menghakimi, jelek.
Sayapun beranjak dari kursi dan mengambil spidol yang diberikan oleh Pak Fathuddin dan menuliskan jawaban sebisa saya, yaitu: He said that the world was round and the sun rised on the east. Ternyata jawaban saya salah. Jadi, pada waktu itu dosen bahasa Inggris saya sedang mengajarkan kami cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif. Dan Pak Fathuddin bilang bahwa semua kalimat yang berupa kebenaran dan fakta tidak usah diubah jenis kalimatnya cukup seperti ini: He said that the world is round and the sun rises on the east. Singkat cerita, saya kena jebakan batman milik dosen bahasa Inggris saya yang dahulu adalah seorang jurnalis di koran jakpos.
Pak Fathuddin.
Testimoni ini saya tuliskan karena Beliau adalah salah satu dosen yang saya senangi di kelas.
Bukan karena tampan, bukan karena berkarisma, dan bukan karena lucu. Tapi karena Beliau tulus hati mengajar mahasiswa, yang sering kali mahasiswa malah meremehkan dan tidak menanggapi Beliau.
Pak Fathuddin sudah berumur, rambutnya sudah putih dan di wajahnya sudah banyak keriput. Tapi terlihat bahwa Beliau adalah seorang yang gemar belajar dan mengajar. Satu yang membuat Pak Fathuddin berbeda dari dosen-dosen lain adalah cara Beliau mengajar, di mana Beliau sering kali memberikan kami jebakan-jebakan batman, kita merasa kita tahu jawabannya tapi sayangnya Beliau lebih cerdik daripada kita yang masih muda dan fresh ini.
Di kelas, Pak Fathuddin sering mengalami penolakan secara halus seperti kursi-kursi di depan sengaja dikosongkan, mahasiswa sibuk dengan urusannya masing-masing dan menghiraukan Beliau, ada beberapa mahasiswa yang suka cabut dan lain-lain. Tadi siang, saya bersama teman saya Fitra mengamati bahwa begitu uniknya dosen yang satu ini, mengajar sambil berjenaka. Saya dan Fitra sebelumnya duduk di belakang, tapi karena Fitra mengajak saya untuk pindah ke depan agar bisa lebih menghargai Pak Fathuddin, akhirnya kami berdua duduk di barisan kedua dari depan. Dan lucunya, Fitrapun akhirnya kena jebakan batman Pak Fathuddin.
Hari ini (mungkin) adalah hari terakhir Pak Fathuddin mengajar di kelas 1EB06 karena masa semester ganjil hampir usai, tapi jika Bapak diberi kesempatan lagi untuk mengajar di kelas kami, saya akan sangat merasa bangga masih bisa bertemu kembali dengan Pak Fathuddin di semester genap :)
Selama Bapak mengajar, banyak pelajaran yang kami dapat, tidak hanya sekedar ilmu tapi juga cara menghargai seseorang; secara tidak langsung Bapak telah mengajarkan kami tentang hal itu. Meskipun pada minggu-minggu awal cara Bapak mengajar memang sedikit membosankan, tapi saya sadar semua itu membutuhkan adaptasi, baik dari pihak si pengajar maupun yang diajar. Apalagi Bapak sudah bukan di umur yang mudah untuk bergaul dengan anak-anak muda seperti kami. Bapak sering memberikan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris yang jarang sekali saya terima selama saya duduk di bangku sekolah.
Terima kasih banyak Pak Fathuddin, semoga Bapak dan keluarga senantiasa diberkati, diberikan kesehatan dan umur yang panjang oleh Allah.
No comments:
Post a Comment