Ada 10 cara untuk mengelola perasaan.
1. Biarkan Saja.
Biarkan saja. Orang tidak akan mati karena perasaan. Semua pasti akan hilang dengan sendirinya, dengan berlalunya waktu.
2. Ambil Napas.
Tarik napas dalam perlahan-lahan. Tahan sampai hitungan ke-5. Hembuskan dari mulut perlahan-lahan. Lakukan berulang kali hingga merasa lega.
3. Mencurahkan Isi Hati.
Curahkan perasaan kepada orang yang dapat dipercayai. Jangan sampai mempercayakan hatimu kepada orang yang baru dikenal.
4. Menyelesaikan Masalah.
Banyak perasaan berasal dari masa lampau yang belum diselesaikan atau dari kekhawatiran tentang masa depan. Tidak perlu bergantung kepada masa lalu dan membayangkan masa depan. Lakukan apa yang dapat kamu lakukan pada hari ini.
5. Klarifikasi dengan Kenyataan.
Seringkali perasaan keliru dengan keyakinan dan rasa takut. Tidak ada hubungan antara perasaan dengan kenyataan. Karena itu pelajari faktanya dan bertindaklah rasional.
6. Tidak Menyalahkan Orang Lain atau Keadaan.
Menyalahkan orang lain atau keadaan berarti tidak bertanggung jawab atau mengelak dari tanggung jawab. Kelolalah perasaan dengan tidak menyalahkan orang lain atau keadaan.
7. Menuliskan.
Menulis adalah cara yang baik untuk mengeluarkan beban perasaan. Tulislah perasaanmu dalam sebuah buku catatan harian baik berupa digital atau non-digital (blog, wordpress, tumblr, etc). Beri tanggal. Karena dengan menulis
8. Tidak Mengasihani Diri Sendiri.
Jangan mengasihani diri sendiri dan meminta perhatian orang lain agar mengasihanimu atau bersimpati kepadamu. Kamu tidak dapat melatih dirimu bagaimana mengelola perasaan secara efektif.
9. Mengubah Cara Pandang.
Suasana hati yang negatif dapat disebabkan atas cara pandang yang salah. Ubahlah cara pandang negatif menjadi cara pandang positif. Lihat dari sisi kebaikannya dan bukan keburukannya.
10. Melakukan Sesuatu yang Menyenangkan.
Tidak perlu menunggu orang lain untuk menghiburmu. Hiburlah diri sendiri (self-entertain-treatment) dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Hal tersebut dapat mengubah perasaan negatif menjadi positif, begitu juga dengan sistem di dalam otak.
(Diambil dari buku: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati: BNNRI 2007 - editted)
No comments:
Post a Comment